
Saya bukan orang yang mengenal Tuhan sedari kecil. Latar belakang rohani keluarga saya adalah Budha, jadi saya belajar dan beribadah menurut ajaran agama Budha. Usia 19 tahun saya belajar masuk gereja setelah diundang oleh seorang teman baik saya dimana kami selalu bersama-sama ketika masih duduk di bangku sekolah sejak taman kanak-kanak hingga lulus SMU. Tapi entah kenapa setelah tamat sekolah teman saya ini baru mau mengajak saya ke gerejanya. Saya mulai belajar mengenal siapa itu Yesus, kenapa dia dipanggil sebagai Tuhan, apa pekerjaanNya, dll. Agustus 2003 saya masuk gereja, 11 April 2004 saya menyerahkan diri untuk dibaptis. Pelan-pelan Tuhan mengubahkan hidup saya, kehidupan manusia lama saya yang tidak membanggakan dan menjengkelkan orang lain secara perlahan mulai hilang, sehingga menjadi kesaksian bagi orang di sekitar saya termasuk keluarga saya bahwa Yesus bisa mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.
Saya mulai menggumulkan panggilan untuk menjadi hamba Tuhan setelah mengikuti KKR remaja dengan tema “Generasi Muda Bagi Kristus”, pembicara pada KKR itu adalah Pdt. Agus Gunawan, Rektor STT Bandung saat ini. Saya mulai berpikir untuk mendalami firman Tuhan dan mengajarkan firman Tuhan. Saya menunda panggilan saya untuk sekolah Teologi selama 6 tahun, 3 tahun pertama ditunda karena tidak mendapatkan dukungan dari keluarga,
